With the continuous increase in requirements for energy density and rate performance in the new energy industry, the particle size distribution (PSD) of lithium iron phosphate (LFP) has become a key factor determining slurry coating quality and electrochemical performance.

Untuk memenuhi tuntutan ini, produsen domestik terkemuka fokus pada penggilingan material katoda baterai lithium untuk mencapai jalur difusi ion yang lebih pendek dan aktivitas material yang lebih tinggi. Perusahaan tersebut mensyaratkan material LFP-nya digiling hingga D50 1,30μm, sambil secara ketat mengontrol peningkatan pengotor logam (seperti keausan seng) dan mempertahankan distribusi ukuran partikel yang sempit.

1. Pemilihan Peralatan Inti untuk Penggilingan Material Katoda Baterai Lithium

Penggilingan Ultrahalus Litium Besi Fosfat
Penggilingan Ultrahalus Litium Besi Fosfat

Peralatan: Bubuk Epik Seri MQW Pabrik Jet Tempat Tidur Terfluidisasi

Fitur Teknis:

2. Parameter Produksi dan Hasil yang Diukur

Selama pengujian di lokasi untuk target 1,30 μm, data berikut dicatat:

BarangParameter Proses / Hasil Tes
Ukuran partikel umpanD50 ≈ 15–20 μm
Tekanan penggilingan0,7–0,8 MPa
Kecepatan roda pengklasifikasi3.500–4.200 RPM (disesuaikan dengan model)
Produk akhir D501,30 mikron
Karakteristik PSDKurva distribusi sempit, dengan D100 terkontrol secara efektif.

3. Keunggulan Utama

4. Kesimpulan

Dengan mengadopsi Bubuk Epik MQW series jet mill, the customer successfully achieved a stable transition of lithium iron phosphate from fine to ultrafine particle size. Precise control at 1.30 μm not only improved the rate discharge performance of the battery material, but also provided strong technical support for the company’s competitiveness in the high-power battery market.

    Silakan buktikan bahwa Anda adalah manusia dengan memilih pohon

    HUBUNGI TIM KAMI

    Silakan isi formulir di bawah ini.
    Pakar kami akan menghubungi Anda dalam waktu 6 jam untuk mendiskusikan kebutuhan Anda akan mesin dan proses.

      Silakan buktikan bahwa Anda adalah manusia dengan memilih pohon